Apa itu Reksadana (Mutual Fund) ?
Reksa dana atau istilah bahasa inggrisnya Mutual Fund adalah sarana investasi yang sederhana dimana setiap orang dengan tujuan investasi jangka panjang yang sama mengumpulkan dana mereka.
Kemudian mereka menunjuk manajer yang profesional untuk mengelola dana tersebut sesuai dengan tujuan investasinya.
Yaitu : Investasi pada saham-saham dan/atau dalam instrumen-instrumen berpendapatan tetap (fixed income). Kekayaan/aset suatu reksa dana bukan milik manajer investasinya, ia hanya mengelola aset tersebut mewakili para investor. Aset tersebut adalah milik para investor dimana kepemilikannya dinyatakan dalam unit saham reksa dana tersebut.
Mengapa investasi di Reksa Dana?
Alasannya sama saja mengapa orang tertarik untuk memulai suatu usaha, yaitu untuk mendapatkan tambahan uang dalam jangka panjang dan untuk ditabung guna persiapan masa yang akan datang.
Alasan lain adalah untuk menghindarkan kita dari masalah-masalah keuangan yang kompleks dengan meyerahkan hal tersebut kepada para pengelola profesional, disisi yang lain kita dapat meraih keuntungan yang menarik setelah dikurangi tingkat inflasi.
Investasi di Reksadana lebih menguntungkan, karena tingkat returnnya lebih tinggi daripada menabung di bank konvensional atau deposito di bank.
Apa saja keuntungan dengan berinvestasi di Reksa Dana?
1. Manajer Profesional
Reksa Dana dikelola oleh manajer investasi yang handal, ia mencari peluang investasi yang paling baik untuk reksa dana tersebut. Pada prinsipnya , manajer investasi bekerja keras untuk meneliti ribuan peluang investasi bagi pemegang saham/unit reksa dana. Sedangkan pilihan investasi itu sendiri dipengaruhi oleh tujuan investasi dari reksa dana tersebut.
2. Likuiditas
Yang dimaksud dengan likuiditas disini adalah kemampuan untuk mengelola uang masuk dan keluar dari reksa dana. Dalam hal ini yang paling sesuai adalah Reksa Dana untuk saham-saham yang telah dicatatkan dibursa dimana transaksi terjadi setiap hari, tidak seperti deposito berjangka atau sertifikat depositio periode tertentu.
3. Diversifikasi
Diversifikasi adalah istilah investasi dimana anda tidak menempatkan seluruh dana anda di dalam suatu satu peluang investasi, dengan maksud membagi resiko. Manajer investasi memilih berbagi macam saham, sehingga kinerja satu saham tidak akan mempengaruhi keseluruhan kinerja reksa dana. Pada umumnya, reksa dana mempunyai kurang lebih 30 sampai 60 jenis saham dari berbagai perusahaan.
Bandingkan situasi diatas jika anda membeli sendiri saham secara langsung, anda mungkin hanya dapat membeli satu jenis saham saja, nilai dari portfolio anda tentunya akan sangat bergantung pada kinerja harga saham tersebut. Jika kinerjanya baik, anda akan mendapatkan keuntungan, tetapi jika harga saham tersebut jatuh, anda akan mendapatkan kerugian yang persentasenya sebesar investasi anda. Diversifikasi memberikan keseimbangan dengan memberikan batasan maksimum atas investasi pada suatu jenis saham.
Contoh keuntungan dari diversifikasi :
Jika anda menginvestasikan Rp 5.000.000 dalam reksa dana tersebut mempunyai beberapa macam saham dan 1% dari asetnya diinvestasikan pada saham perusahaan XYZ. Pada hari berikutnya, pesaing terbesar dari perusahaan XYZ kalah bersaing. Nilai saham dari XYZ mengalami penurunan 25%. Jika anda menginvestasikan seluruh uang anda pada saham XYZ, maka Rp 5.000.000 anda akan turun menjadi Rp 3.750.000. Tetapi dalam reksa dana, dimana saham XYZ hanya sebesar 1% saja, penurunan harga tersebut sedikit saja pengaruhnya.
Bagaimana Kepemilikan dan Harga Saham Reksa Dana ?
Kepemilikan reksa dana adalah melalui unit saham. Dimana anda sebagai investor mempunyai sejumlah unit tertentu dari reksa dana, tergantung berapa besar dana yang anda investasikan dalam reksa dana tersebut. Investor akan mendapatkan bagian dari keuntungan atau kerugian reksa dana setiap waktu. Setiap reksa dana mempunyai apa yang disebut harga saham atau lazim disebut Nilai Aktiva Bersih (Net Assets Value) yaitu nilai dari setiap satu unit saham reksa dana. Kebanyakan reksa dana menghitung harga sahamnya setiap hari atau setiap minggu, karena nilai dari saham-saham dalam portfolio reksa dana berubah harganya setiap hari mengikuti pergerakan dari saham-saham dipasar modal dan pasar uang. Harga saham reksa dana dihitung dengan membagi nilai portfolio dalam reksa dana dengan jumlah saham yang beredar dari reksa dana tersebut. Sebagai contoh :
Reksa dana ABC mempunyai total nilai seluruh investasi Rp 2.000.000.000 sedangkan jumlah saham yang beredarnya 500.000 lembar, maka harga saham per unit reksa dana ABC adalah Rp 4.000.
Contoh : Dampak dari perubahan harga saham reksa dana
Pada Bulan Januari, anda menginvestasikan Rp 10 Juta di dalam suatu reksa dana dengan harga perunit Rp 10.000 maka jumlah saham reksa dana yang anda miliki adalah 1.000 unit.
Bulan Maret, harga-harga saham mengalami penurunan, maka harga reksa dana per unit turun menjadi Rp 9.000, anda masih mempunyai 1.000 saham tetapi total nilai investasi anda sekarang menjadi Rp 9 juta.
Bulan Juni harga reksa dana per unit naik menjadi Rp. 11.000, berarti investasi anda mengalami kenaikan, dimana jumlah unit yang anda miliki tetap 1.000 unit dengan nilai invetasi total Rp. 11 juta.
Jenis jenis Reksa Dana
Pada umumnya semua reksa dana mempunyai kesamaan didalam struktur, tetapi berbeda dalam tujuan. Beberapa reksa dana menekankan keamanan dan kestabilan, sementara yang lain menekankan pendapatan yang teratur, dan yang lainnya untuk pertumbuhan jangka panjang.
Oleh karena itu, hal yang penting adalah menetapkan tujuan anda sebelum memilih suatu reksa dana.
1. Reksa Dana berpendapatan tetap (Fixed Income Fund) : Bersifat lebih stabil.
Yaitu Reksa dana yang berinvestasi pada instrumen fixed income yang berkualitas baik seperti sertifikat deposito (CD), Commercial Paper (CP), dan sertifikat obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta, BUMN, pemerintah, dll. Instrumen-instrumen tersebut memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan bank namun tetap bersifat konservatif. Reksa Dana berpendapatan tetap cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka pendek atau yang tidak ingin mengambil resiko akan kehilangan sebagian nilai investasinya. Namun anda tidak dapat berharap akan mendapatkan keuntungan yang besar apabila anda mempertimbangkan tingkat inflasi pertahun.
2. Reksa Dana saham (Equity Fund) : bersifat lebih jangka panjang
Reksa dana saham biasanya menginvestasikan dananya pada saham-saham yang dicatatkan dibursa, yang mewakili kepemilikan didalam perusahaan. Reksa dana saham paling cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang, untuk beberapa tahun bahkan mungkin beberapa dekade.
Ide dibelakang reksa dana saham adalah harga-harga saham mengalami kecenderungan naik dan turun didalam jangka pendek, namun sejarah menunjukkan bahwa reksa dana saham menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang dibandingkan dengan investasi pada Fixed income. Jadi, sementara investasi anda pada reksa dana saham mengalami penurunan ataupun kenaikan nilai setiap harinya, dalam jangka panjang hasilnya akan lebih besar besar daripada anda menginvestasikannya dalam reksa dana pasar uang atau reksa dana campuran, khususnya juka diperbandingkan dengan tingkat inflasi tiap-tiap tahun.
3. Reksa dana Campuran (Balance Fund) : kombinasi dari kedua diatas
Reksa dana campuran berinvestasi baik pada instrumen fixed income jangka pendek maupun pada saham-saham perusahaan yang dicatatkan di bursa.
Reksa dana jenis ini mengoptimalkan keuntungannya melalui saham-saham dipasar modal, disisi lain sebagai penyangganya adalah melalui instrumen fixed income.
4. Reksa dana Syariah
Reksa dana berbasis Syariah (Islami).
5. Reksa dana Terproteksi
Jangka waktu investasi
Investasi di reksa dana (khususnya saham) adalah tujuan jangka panjang.
"Waktu" sesungguhnya berpihak kepada anda, dengan asumsi bahwa manajer investasi anda berinvestasi dengan membeli saham saham dari perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya sangat solid, didukung oleh manajemen yang baik dan perencanaan-perencanaan bisnis yang jitu. Dengan kata lain, berinvestasi dengan benar sesungguhnya adalah bagaimana menjadi pendamping/partner dari suatu perusahaan yang baik, sambil menikmati keuntungan/laba yang dihasilkannya dari waktu kewaktu.
Investasi sesungguhnya bukan berkisar pada prediksi akan turun naiknya harga saham dalam jangka pendek. Ramalan-ramalan diseputar bursa saham, yang mungkin sering anda dengar, sesungguhnya tidak ada arti sama sekali dan hanya membuat para peramal kelihatan hebat.
Sementara itu ada sebagian orang yang beranggappan bahwa dia dapat melakukan investasi pada saat/timing yang tepat dengan cara menjual dan membeli saham-saham di Bursa sewaktu-waktu. Sebagai investor profesional yang telah berkecimpung selama kurang lebih 10 tahun, kami yakin tidak ada seorangpun, termasuk diri kami sendiri, yang dapat melakukan hal tersebut dengan sukses dan konsisten.
Jadi, pelajaran apa yang dapat ditarik dari kejadian-kejadian turun naiknya dan hiruk pikuknya bursa saham?
Lupakanlah apa yang terjadi! Ini yang pertama harus anda lakukan. Selanjutnya, cobalah baca tabel pergerakan saham-saham sekali dalam satu bulan, atau bahkan lebih baik lagi jika setahun sekali. Apabila ada yang memberitahukan anda bahwa beberapa saham harganya terperosok, seharusnya yang pertama kali terlintas dalam benak anda adalah : "Bagus ! ini saatnya untuk membeli lebih banyak lagi!"
Harus diingat bahwa berinvestasi itu bukan hal yang mudah, seringkali kita dapatkan hal-hal sebagai berikut: Beberapa kali dalam satu tahun, bursa saham mengalami penurunan atau bahkan terjerembab, dan seakan ada dorongan yang sangat kuat bagi anda untuk ikut menjual atau melepaskan saham-saham anda. Ini suatu hal yang sangat tidak dianjurkan, justru dengan menahannya anda dapat menyelamatkan uang anda!
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk menjual? Sesungguhnya waktu yang tepat untuk menjual itu tidak pernah ada. Manajer investasi anda akan menjual saham saham atas nama anda, hanya bilamana dia mengetahui sesuatu yang sangat penting dan mendasar telah terjadi pada perusahaan bersangkutan, seperti: berhentinya manajemen yang baik di perusahaan tersebut, kegagalan dari produk yang baru diluncurkan, meningkatnya persaingan dan lain sebagainya. Para manajer investasi yang baik dan berorientasi jangka panjang tidak pernah sekalipun menjual saham karena harganya sudah terlalu tinggi, atau lebih celaka lagi karena terlalu rendah, karena kepanikan dalam menjual (panic selling) adalah suatu kesalahan. Ingatlah bahwa anda tidak boleh menjual suatu saham/reksa dana terkecuali anda mengetahui mengapa anda membeli saham/reksadana tersebut pertama kali.
Oleh karenanya, sekali anda berinvestasi di saham/reksa dana, ketidak aktifan anda justru merupakan suatu tindakan yang cerdik (intelligent behaviour).
Kesimpulannya, belilah saham/reksadana dengan menggunakan uang yang tidak anda butuhkan dalam jangka pendek, dan janganlah lupa bahwa "rentang waktu" dalam hal ini jauh lebih berarti dari "saat/timing" itu sendiri;
Dan hal yang lebih penting lagi dibandingkan dengan saham atau reksadana apa yang anda beli, adalah apa yang anda lakukan setelah anda membeli saham/reksadana tersebut.
Tips memilih Reksadana
Ada dua hal yang paling dihindari oleh para investor, yaitu: kerugian yang besar dan penyesalan. Jadi langkah pertama adalah menentukan jenis reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan anda, jangka waktu investasi, dan cara anda dalam mengelola keuangan anda sendiri.
Anda tentu tidak ingin menyesal karena memiliki investasi yang besar namun tidak memberikan hasil yang sesuai, dan disisi lain anda tidak memiliki investasi yang terbukti memberikan hasil yang lebih baik. Semua orang ingin mendapatkan "investasi terbaik" dan beragam, dalam kaidah itulah reksa dana didirikan, yaitu untuk tujuan investasi yang berbeda beda dari para investor. Jadi langkah pertama adalah menentukan jenis reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan anda, jangka waktu investasi, dan cara anda dalam mengelola keuangan anda sendiri.
Semua investor, baik pemula maupun yang telah berpengalaman, memulai langkah investasinya dengan tujuan yang umunya sama seperti menabung untuk masa pensiun atau untuk biaya pendidikan, mempertahankan kekayaan yang telah ada, dan mendapatkan penghasilan. Dalam hal ini anda harus menentukan tujuan investasi anda dan resiko apa yang anda inginkan.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, lebih banyak waktu dari uang yang anda miliki, maka anda sebaiknya memilih reksadana yang berpotensi lebih besar dalam jangka panjang, karena anda tidak terlalu memikirkan fluktuasi harga pada jangka pendek.
Tips memilih Manager Investasi (MI)
Setelah anda memutuskan jenis dari reksadana yang sesuai dengan tujuan anda, langkah selanjutnya adalah memilih manajer investasi.
Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:
1. Kepercayaan
Dapat dilandaskan kepada reputasi ataupun besarnya perusahaan tersebut, maupun siapa grup yang berada dibelakangnya.
2. Pengalaman
Dalam hal ini harus dilihat kinerja mereka dalam pengelolaan reksa dana yang sudah ada pada mereka, apakah cukup konsisten unutk rentang waktu yang lama.
Hal ini penting, karena kinerja yang baik pada suatu rentang waktu yang pendek belum tentu menggambarkan kinerjanya dalam rentang waktu yang lama.
Berapa modal investasi di Reksadana ?
Tidak, anda tidak memerlukan dana yang besar. Walaupun pada umumnya reksa dana mempunyai batasan minimal untuk setiap penyertaan, namun jumlahnya relatif kecil bila diperbandingkan dengan banyaknya jenis portofolio yang ada didalam reksa dana anda. Umumnya batasan minimal untuk setiap penyertaan berkisar antara Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 5.000.000,-.
Bagaimana Anda MEMBELI dan MENJUAL REKSADANA?
Anda akan diminta mengisi formulir aplikasi pembelian dan mengembalikannya bersama dengan bukti pembayarannya atau bisa juga melalui transfer bank.
Setelah anda memutuskan jenis reksadana yang sesuai dengan pilihan anda, hubungi perusahaan manajer investasi yang mengelola reksa dana tersebut. Anda akan diminta mengisi formulir aplikasi pembelian dan mengembalikannya bersama dengan bukti pembayarannya atau bisa juga melalui transfer bank. Setelah segala persyaratan dipenuhi dan disetujui oleh manajer investasi maka kepemilikan anda di reksa dana tersebut menjadi efektif. Sebagai bukti kepemilikan, anda akan menerima kontrak pembelian. Demikian halnya sewaktu anda ingin menjual kembali saham reksa dana yang anda miliki, anda harus mengisi formulir penarikan dan mengembalikannya kepada perusahaan manajer investasi.
Pada umunya, dana tersebut akan anda terima dalam waktu satu minggu setelah tanggal penarikan. Transaksi pembelian atau penjualan dapat dilakukan secara harian atau mingguan tergantung ketentuan dari reksa dana masing masing.
Bagaimana cara memantau pergerakan harga NAV Reksadana ?
Anda bisa melihat harga NAV Reksadana di situs
www.infovesta.com dan http://www.bapepamlk.depkeu.go.id/reksadana/
Biaya apa saja yang harus dibayar di Reksadana ?
Apabila anda membandingkan biaya investasi pada reksa dana dibandingkan dengan waktu yang anda perlukan untuk memilih saham atau instrumen pasar uang anda secara langsung di bursa, maka anda akan menyadari bahwa berinvestasi di reksa dana sangat ekonomis.
Pada dasarnya ada tiga macam biaya dalam reksa dana: Yang pertama adalah biaya manajemen tahunan, dimana biaya tersebut digunakan untuk mengelola reksadana. Anda tidak membayar biaya tersebut secara langsung, tetapi sudah diperhitungkan kedalam nilai reksadana tersebut. Biaya manajemen unutk reksa dana pasar uang biasanya tidak lebih dari 1% per tahun, dan untuk reksa dana saham bisa mencapai 2.5% per tahun.
Yang kedua adalah biaya penempatan/pembelian, anda harus membayarnya dimuka. Besar biaya tersebut berkisar antara 0% s/d 6% tergantung jenis dan penempatan dari masing masing reksa dana.
Yang terakhir, beberapa reksa dana memberlakukan biaya penarikan yaitu biaya yang dibebankan sewaktu anda menjual atau mencairkan investasi anda.
Apakah investasi di REKSADANA dikenakan PAJAK?
Pembelian dan penjualan kembali unit penyertaan reksa dana sejauh ini tidak dikenakan pajak.
Ilustrasi investasi di Reksadana
Jika pada usia 10 tahun anda mendapat warisan sebesar Rp 5 juta, dan anda menginvestasikan-nya dengan penghasilan 20 persen per tahun, ketika anda lulus dari SLTA pada usia 18 tahun, investasi anda telah menjadi Rp 21,5 juta. Jika anda tetap menaruh uang tersebut sebagai investasi, maka ketika lulus universitas, investasi anda telah menjadi Rp 64,2 juta. Ketika anda berumur 30 tahun, investasi anda menjadi Rp 191,7 juta. Usia anda 50 tahun menjadi Rp. 7.35 milyar, demikian seterusnya sehingga ketika anda berusia 65 tahun, investasi anda telah menjadi Rp. 113.2 milyar. Luar biasa!
Resiko investasi di Reksadana
1. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
Sistem ekonomi terbuka yang dianut oleh Indonesia sangat rentan terhadap perubahan ekonomi international. Perubahan kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau peraturan khususnya di bidang Pasar Uang dan Pasar Modal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja portfolio Reksadana.
2. Risiko berkurangnya Nilai Unit Penyertaan
Nilai Unit Penyertaan Reksadana dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana.
Penurunan dapat disebabkan oleh, antara lain:
* Perubahan harga Efek ekuitas dan Efek lainnya.
* Biaya-biaya yang dikenakan setiap kali pemodal melakukan pembelian dan penjualan.
3. Risiko Wanprestasi oleh Pihak-Pihak Terkait
Risiko ini dapat terjadi apabila rekan usaha Manajer Investasi gagal memenuhi kewajibannya. Rekan usaha dapat termasuk tetapi tidak terbatas pada emiten, pialang, bank kustodian dan agen penjual.
4. Risiko Likuiditas
Penjualan kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portfolio atau kemampuan dari Manajer Investasi untuk membeli kembali (melunasi) dengan menyediakan uang tunai.
5. Risiko Kehilangan Kesempatan Transaksi Investasi pada saat Pengajuan Klaim Asuransi
Dalam hal terjadinya kerusakan atau kehilangan atas surat-surat berharga dan aset Reksa Dana yang disimpan di Bank Kustodian, Bank Kustodian dilindungi oleh asuransi yang akan menanggung biaya penggantian surat-surat berharga tersebut. Selama tenggang waktu penggantian tersebut, Manajer Investasi tidak dapat melalkukan transaksi investasi atas surat-surat berharga tersebut, kehilangan kesempatan melakukan transaksi investasi ini dapat berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan.
Sumber :www.infovesta.com dan http://www.bapepamlk.depkeu.go.id/reksadana/
Berinvestasi di Reksadana (Mutual Fund)
at
1/08/2008 09:07:00 AM
0
comments
Labels: Money and Financial
Hati hati Menabung di Mega Rencana
"Dapatkan E90 hanya dengan menabung 450rb/bulan". Demikian bunyi iklan produk tabungan Mega Rencana dari bank Mega.
Sekilas terihat menarik sekali bukan ?
Tapi tunggu dulu, seperti biasa disetiap iklan dan promosi ada tanda bintang dan tulisan tulisan yang kecil sekali. Setelah ditanya ke bank Mega, inilah tanda bintang tersebut :
1. Ada setoran awal yang bervariasi sesuai dengan jenis hadiah
N73 setoran awal 5jt
Sepeda motor setoran awal 11jt
E90 setoran awal 11jt
dan banyak lagi tergantung hadiah yang kita pilih.
2. Setoran bulanan juga bervariasi sesuai dengan jenis hadiah
N73 setoran bulanan 225rb
Sepeda motor setoran bulanan 500rb
E90 setoran bulanan 450rb
3. Kita diwajibkan membuka tabungan Mega Dana utk autodebet Mega Rencana.
Setoran awal buka rekening 100rb, biaya administrasi bulanan 7500
4. Setoran bulanan berlangsung selama 20 tahun dan tidak boleh ditarik.
5. Denda dan keterlambatan sebagai berikut
Jika dana ditarik sebelum 5 tahun, setoran awal hilang 100%
Jika dana ditarik sebelum 5 tahun - 10 tahun, setoran awal hilang 75%
Jika dana ditarik sebelum 10 tahun - 15 tahun, setoran awal hilang 50%
Jika dana ditarik sebelum 15 tahun - 20 tahun, setoran awal hilang 25%
Denda untuk keterlambatan 50rb, jika tidak menyetor/mangkir 3 bulan berturut turut Mega Rencana anda hangus dan diproses sesuai tabel diatas.
6. Bunga Mega Rencana sebesar 4.5%/tahun, bisa naik dan turun sesuai ketentuan.
Terakhir saya cek Oktober 2007, bunganya turun 4.25%/tahun.
Sudah membaca ketentuan diatas ? Bagus.
Apa yang ada dibenak anda ?
Anda mungkin saja berpikir,
"toh setoran saya tidak hilang, melainkan sudah ditukar dengan hadiah".
"setelah 20tahun nanti, duit gw pasti uda banyak".
"Menabung ga ada salahnya kan, toh bunganya lebih besar dari tabungan biasa".
"Untuk biaya keperluan nanti (menikah, pendidikan, rumah dsb), toh kalo suatu saat saya tidak bisa bayar, setoran awal saja yang hilang. Anggap saja untuk membeli motor".
Anda berminat ? Nanti dulu, kita sekarang berhitung dulu.
Katakanlah kita sekarang memilih hadiah sepeda motor dengan setoran awal 11jt dan setoran bulanan 500rb. Asumsi kita mulai menabung awal tahun 2007 dan bunga 0.375%/bulan atau 4.5%/tahun.
Pada saat pembukaan Mega Rencana, uang 11jt tsb tidak langsung berbunga 0.375%
melainkan ada potongan siluman yang tidak dicantumkan dibuku (saya lihat buku Mega Rencana teman saya).
Jadi di bulan Januari 2007 bunga hanya 18.986 (saya tidak tahu angka ini dari mana)
Potongan pajak atas bunga 20% dari 18.986 = 3.767
Biaya administrasi untuk Mega Dana = 7.500
Biaya parkir = 1.000 (kita pasti naik kendaraan mengingat cabang bank Mega tidak sebanyak BCA)
Biaya waktu yang terbuang untuk setiap bulan setor rutin = 0 (Silahkan hitung sendiri)
Profit anda = 18.986 - (3.767+7.500+1.000+0) = 6.689
Bulan Februari 2007 barulah bunga berlaku 0.375%
Bunga = 43.182
Pajak atas bunga = 8.636
Administrasi Mega Dana = 7.500
Parkir = 1.000
Waktu = 0
Profit = 43.182 - (8.636+7.500+1.000+0) = 26.046
Saya summarykan biar cepat di Desember 2007
Bunga = 63.500
Pajak = 12.700
Administrasi = 7.500
Parkir = 1.000
Waktu = 0
Profit = 42.300
Saldo akhir 2007 = 16.894.189
Setoran anda 11jt + (500rb*11 bulan) = 16.500.000
Saldo akhir 2007 = 16.894.189
Profit anda di tahun 2007 = 394.189 atau HANYA 2.389%.
Detail perhitungan saya upload disini.
Bayangkan beda jauh dengan perhitungan bank Mega bukan ? Cobalah anda telpon CS bank Mega, anda pasti disodori perhitungan perhitungan yang menyesatkan dan menipu.
Profit anda yang HANYA 2.389% belum memperhitungkan INFLASI sekitar 5% setahun. Bulan September 2007 kemarin saja INFLASI mencapai 0.8%.
Anda masih berminat ? Pikirkan lagi.
Kesimpulan :
Masih banyak alternatif investasi lain yang LEBIH BERMUTU dan TIDAK MENYESATKAN CUSTOMER seperti ini.
Ambil saja investasi emas murni atau deposito bahkan jauh lebih baik. Jika anda ingin berinvestasi di bursa saham, Reksadana adalah pilihan yang tepat. Jika anda investor sejati bolehlah invest di Forex atau Saham
Posted by
Harry http://harry-christian.blogspot.com
harry.christian@yahoo.com
at
10/08/2007 09:16:00 AM
43
comments
Labels: Money and Financial
Things I Hate About Insurance Agent
Pernah di prospek teman, saudara, kerabat, bahkan orang yang tidak kita kenal untuk masuk asuransi ? Entah itu Prudential (yang paling sering nih), Sequis Life, Sinarmas dan banyak lagi.
Mungkin diantara kita ada yang masuk karena merasa ga enak terhadap yang nawarin (apalagi cewe / cowo / saudara sendiri yang nawarin).
Produk produk asuransi sekarang pun tidak konvensional seperti dulu dimana kita setor premi bulanan terus menerus. Model asuransi sekarang menawarkan investasi sekaligus asuransi yang dikenal dengan istilah unitlink.
Saya terus terang merasa risih waktu berhadapan dengan agen asuransi, bahkan muak malah. Kenapa ? Ini alasannya :
1. Terkesan maksa
Ini masih tahap ok lah, tergantung cara kita menanggapinya.
Kalo ada agen yang memaksa dengan kasar, jangan ragu ragu untuk menolak dengan tegas.
Kalo agen memaksa dengan halus, nah ini yang sulit, ditolak ga enak diterima kita juga ga terlalu butuh. simple wayout is dengan mengatakan kita pertimbangkan dulu nanti kita hubungi lagi kalo berminat.
2. Tidak jujur
Ya ada juga agen yang model begini, saya pernah dibohongi pas saya cek ke PT nya baru ketahuan bohongnya. Jangan pikir agennya teman/saudara kita maka mereka tidak membohongi anda. Justru karena mereka ada hubungan teman/saudara maka mereka lebih mudah meyakinkan kita.
3. Berlebihan
Agen seringkali berlebihan dalam menjual produk. Sebagai contoh unitlink, unitlink itu sebenarnya kan sama saja dengan reksadana, seharusnya agen itu memberitahu kalau investasi ini mengandung resiko (tergantung jenisnya). Yang jenis saham resiko tinggi, yang pasar uang/obligasi resiko menengah. Tapi kenyataan dilapangan, agen hanya memberikan selembar perhitungan investasi yang sangat muluk seakan akan investasi ini sudah pasti untung dan tidak ada ruginya. Hal ini sangat menyalahi etika dan menyesatkan customer.
4. Tidak menguasai produk
Agen sudah ditraining untuk bicara dalam satu scope saja yaitu bagaimana cara menjual, cara menyakinkan customer dan lainnya. Coba ketika ditanya "unitlink ini ada buying fee ga sih ?", "kalo saya sakit penyakit tifus apakah asuransi ini mengcovernya ?" Sebagian besar agen pasti TIDAK TAHU hal hal seperti ini karena mereka fokusnya hanya menjual. Bahkan SERINGKALI agen menjawab "iya iya" saja demi meyakinkan customer.
Posted by
Harry http://harry-christian.blogspot.com
harry.christian@yahoo.com
at
10/08/2007 09:16:00 AM
7
comments
Labels: Money and Financial